Ticker

6/recent/ticker-posts

Ad Code

Responsive Advertisement

5 Fakta Oknum Pegawai BRI Maumere Yang Hamili Anak Orang, Dan Minta Di Aborsi

Kisah cinta memanglah indah. Akan tetapi keindahan itu kadang dimaknai keliru hingga akhirnya kebablasan kasmarannya. Banyak yang akhirnya berakhir menikah, namun tidak sedikit juga seorang pria pergi meninggalkan kekasihnya dalam kondisi hamil atau ogah bertanggungjawab.

 
Seperti yang dilakukan oleh Jodhi Nick Costa, pegawai BRI Unit Kewapante, Kabupaten Sikka, yang nekat meninggalkan kekasihnya berinsial C dalam kondisi hamil 4 bulan.

Kisah pilu ini berawal saat C berkenalan dengan Jodhi pada 2023 lalu. Merasa cocok, keduanya pun menjalin hubungan asmara sejak Juli 2024.

Atas nama cinta dan janji dinikahi, gadis asal kecamatan Nita ini pun pasrah saat Jodhi meminta tubuhnya. Sejak saat itu, keduanya kerap menginap berduaan di kos Jodhi dan melakukan hubungan terlarang layaknya suami istri.

Namun, sikap Jodhi mulai berubah saat C mengaku tidak datang bulan. Ia mulai menjauhi C, bahkan ogah membalas pesan dari C.

Suatu hari, C nekat mendatangi kos Jodhi untuk meminta pertanggungjawabannya. Namun, jawaban Jodhi membuat C terpukul. Pria asal Atambua, Kabupaten Belu itu, ngotot tak bertanggungjawab.
"Dia ngotot tidak mau bertanggungjawab. Dia bilang belum siap, padahal selama ini dia janji nikahi saya," ungkap C kepada wartawan belum lama ini.

Paksa Aborsi C menuturkan, pada suatu hari ia dibawa Jodhi bertemu dengan kakak kandung Jodhi berinisial U yang juga bekerja di kabupaten Sikka. Di hadapan kakaknya, Jodhi meminta C harus mau melakukan aborsi. Ironisnya, kaka Jodhi yang juga seorang perempuan itu malah diam seakan mendukung usulan adiknya. Meski dipaksa, C tetap ngotot tidak mau melakukan aborsi.

"Saya terus didesak, akhirnya di hadapan kakaknya saya pasrah. Tapi hati saya sakit, karena kakanya seakan mendukung," ungkapnya. Rupanya diam-diam, Jodhi sudah memesan obat melalui aplikasi online. Ia pun memaksa C mengisi formulir pemesanan. C terus dikasih yakin bahwa obat aborsi itu merupakan usulan dari kakaknya yang berstatus bidan di pulau Timor.

Posting Komentar

0 Komentar