82 Ribu Pelajar NTT Hamil dan Nikah Muda, Sampai Putus Sekolah
Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berhadapan dengan maraknya angka kehamilan dan pernikahan para remaja atau usia pelajar. Kasus ini pun bisa berujung pada angka putus sekolah.
Pendiri Lowewini Collective Linda Tagie menyebut ada 82.957 remaja NTT yang menikah di bawah usia 19 tahun pada 2021 lalu. Data ini dari Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) NTT.
Linda dalam pesannya Selasa 11 Maret 2024 menyebut pihaknya telah berfokus pada isu ini dan berupaya mengedukasi anak dan remaja. Mereka memberi pemahaman seksual dan reproduksi kepada para pelajar guna mencegah angka kehamilan di luar nikah,pernikahan remaja, juga menekan angka putus sekolah dengan edukasi dari jenjang SD hingga mahasiswa sebanyak 849 orang ini.
0 Komentar