Warga Lembata Sulit Dapat BBM di SPBU, Pertamina Minta Maaf
PT Pertamina merespons antrean panjang Bahan Bakar Minyak (BBM) yang terjadi di SPBU Pertamina 56.866.04, Kabupaten Lembata, NTT, pada Jumat (7/3/2025) dan Sabtu (8/3/2025). Area Manager Communication, Relations, and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Menurut Ahad, antrean panjang di SPBU tersebut disebabkan oleh kerusakan pada pompa dispenser untuk BBM jenis Pertalite dan Pertamax, yang mengakibatkan penghentian sementara operasional SPBU. "Kami meminta maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Kerusakan pompa dispenser di SPBU 56.866.04 menyebabkan operasional terganggu, sehingga masyarakat harus beralih ke SPBU lain, yang berdampak pada antrean panjang," jelasnya dalam pernyataan resmi pada Senin (10/3/2025).
Sebagai langkah penanganan, Pertamina Patra Niaga Sales Area NTT segera berkoordinasi dengan pihak SPBU guna mempercepat proses perbaikan pompa dispenser yang bermasalah. Selain itu, Pertamina meningkatkan pasokan BBM ke seluruh SPBU di Lembata untuk menjaga ketersediaan stok harian. "Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan guna memastikan situasi tetap kondusif," tambah Ahad. Ia berharap SPBU 56.866.04 dapat segera beroperasi kembali agar kondisi kembali normal.
Ahad juga menginformasikan bahwa di Kabupaten Lembata terdapat empat SPBU penyalur BBM, yaitu SPBU 56.862.01, SPBU 56.862.03, SPBU 56.862.04, dan SPBU 56.866.04. Akibat penutupan sementara SPBU 56.866.04, masyarakat beralih ke SPBU 56.862.04 untuk mendapatkan Pertalite, menyebabkan antrean panjang. Sementara itu, SPBU 56.862.01 hanya menyediakan Pertamax dan SPBU 56.862.03 berlokasi cukup jauh dari pusat Kota Lembata.
Terkait keluhan warga mengenai lonjakan harga BBM eceran di Kota Lewoleba, ibu kota Kabupaten Lembata, Ahad menyebutkan bahwa masyarakat dapat menghubungi call center Pertamina di nomor 135 untuk mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai produk dan layanan yang tersedia. Sebelumnya, warga setempat mengeluhkan harga BBM eceran yang naik drastis hingga Rp 50.000 per botol dalam beberapa hari terakhir.
source : kompas.com

0 Komentar